Fiscal Sustainability Dalam Utang Negara

Judul tulisan ini mungkin bersifat tendensius, namun dimaksudkan untuk melihat sedikit lebih jauh tentang utang negara. Seperti diketahui bersama, negara berhutang karena adanya kebutuhan pembiayaan negara yang tidak dapat ditutupi dengan penerimaan negara, dimana selama 5 tahun terakhir utang selalu menjadi instrumen utama dari pembiayaan tersebut. Utang secara umum terbagi menjadi dua yaitu penerbitan Surat Berharga Negara dan Pinjaman. Bagaimana dengan kemampuan negara untuk membayar seluruh utangnya. Untuk menjawab pertanyaan itu, utang negara coba untuk didekati dengan aspek fiscal sustainability.

 

Tidak dapat ditemukan satu definisi universal mengenai fiscal sustainability, namun dapat didekati dari dua pendekatan, yaitu accounting approach dan present value constraint approach.

Pendekatan fiscal sustainability disebut sebagai government fiscal financing constraints yang menyatakan jumlah utang pemerintah yang beredar (outstanding) pada waktu tertentu adalah sama dengan bilangan 1 ditambah tingkat bunga dikalikan jumlah outstanding utang yang beredar tahun anggaran sebelumnya dikurangi surplus dari primary balance.

 

B(t) = ( 1 + r (t) ) B (t-n) – SURPB ………………………(1)

B(t) – B (t-n) = r(t).B(t-n) – SURPB ………………………(2)

delta B = r(t).B(t-n) – SURPB ……………………………..(3)
dimana delta B adalah tambahan utang pemerintah pada anggaran tahun tertentu.

 

Berangkat dari persamaan tersebut, dapat dikatakan bahwa :
apabila SURPB = 0, maka utang bertambah sebesar bunga utang sebelumnya, apabila SURPB lebih kecil daripada r(t).B(t-n), maka delta B menjadi positif sehingga pokok utang meningkat, dan apabila SURPB lebih besar daripada r(t).B(t-n), maka delta B menjadi negatif sehingga pokok utang berkurang.

 

Dalam pendekatan accounting approach, fiscal sustainability diterjemahkan dari sustainability surplus/defisit primary balance. Dengan kata lain, surplus/defisit primary balance adalah sustainable apabila primary balance tersebut menghasilkan debt / GDP ratio yang konstan. Dimana,

 

B(t)/Y(t) = ( 1 + r ).B(t-n)/( 1 + g ).Y(t – n ) – SURPB(t)/Y(t)…..…..(4)

b(t) = ( 1 + r )/( 1 + g ). b(t – n ) – surpb(t)………(5)

dimana b(t) = B(t)/Y(t) yaitu debt/GDP ratio
surpb(t) = SURPB(t) / GDP(t) ratio

 

sehingga delta b(t) = r(t) – g(t). b(t-n) / ( 1 + g(t) ) – surpb(t)….….(6)

dengan asumsi delta b(t) = 0 untuk sustainable, maka

surpb(t) = r(t) – g(t). B(t-n) / ( 1 + g(t) )…………….(7)
dimana g adalah real growth rate GDP

 

Pendekatan yang kedua adalah present value constraint approach, yang menyatakan bahwa fiscal sustainability tercapai apabila jumlah utang pemerintah pada tahun anggaran tertentu sama dengan present value dari surplus primary balance di masa mendatang.

 

Pada Maret 2009 posisi outstanding utang pemerintah mencapai 146,87 miliar US Dollar dengan pembagian 63,24 miliar US Dollar dari pinjaman luar negeri dengan konsentrasi pada pinjaman bilateral yang sayangnya terdapat beberapa pinjaman semi commercial, dan 83,63 miliar US Dollar dari Surat Berharga Negara. Utang jatuh tempo pada tahun 2009 mencapai R. 94 Triliun dengan konsentrasi Rp.64 Triliun untuk pinjaman luar negeri dan Rp.30 Triliun untuk SBN.

 

Dengan menggunakan pendekatan accounting approach maka wajar pemerintah menganggap posisi utang masih dalam tataran wajar dengan debt/GDP ratio sebesar 30 %. Namun ada hal yang harus diperhatikan yaitu persentase APBN terhadap GDP, dimana penyerapan APBN terhadap GDP belum maksimal terutama dari penerimaan negara di perpajakan.

 

Maka, apakah negara dapat melunasi seluruh utangnya? jawabannya adalah ya, selama utang tersebut sustainable bersamaan dengan pengelolaan anggaran negara yang sustainable juga.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s