Lawyer’s Judgment

Bayangkan seorang associate sedang berada di kantornya pada pk 13.00 WIB, sedang menyelesaikan paket makan siangnya sambil membaca ulasan berita keuangan di salah satu situs berita nasional, tiba-tiba masuk sebuah pesan di LINE dari corporate secretary di klien (salah satu klien yang sudah lama), bertanya dan meminta solusi atas suatu isu hukum yang dapat mengakibatkan klien (i) mengeluarkan dana Rp 1 miliar sia-sia; atau (ii) menghemat Rp 750 juta untuk keunggulan komparatif di industri untuk 2 tahun ke depan.

 

Dalam pesan tersebut si corporate secretary mengatakan bahwa mereka sedang bertemu dengan vendor yang dalam pikirannya akan segera handshake deal. Bagaimana associate tersebut dapat memberikan jawaban dan solusi yang tepat untuk kondisi seperti itu?

 

Paling tidak dalam waktu kurang dari 5 menit, sang associate harus bisa menjawab isu berikut:

 

  • apakah dalam perjalanan bisnis klien, transaksi jenis ini adalah yang pertama kali atau sudah sering terjadi?
  • apakah dalam praktek di transaksi ini, apa yang diminta oleh vendor, dan juga oleh klien adalah sesuatu yang melebihi kewajaran?
  • apakah ada resiko yang secara default harus dipertimbangkan oleh klien (nanti sebagai user) dalam memasuki transaksi ini?

Pada pukul 13.15 WIB, sang associate menjawab pesan dari si corporate secretary. Setelah beberapa kali bertukar pesan, pada pukul 13.45 WIB si corporate secretary mengirimkan pesan yang menyatakan bahwa kedua belah pihak telah setuju secara prinsip dan meminta sang associate menyusun initial draft perjanjian untuk transaksi tersebut.

 

Secara umum, lulusan pendidikan tinggi hukum yang kemudian menjadi lawyer secara alamiah dan memang dilatih untuk menjadi orang yang menghindari resiko. Berbeda dengan business people yang melihat suatu resiko sebagai kesempatan. Dalam konteks ini, si associate harus melihat 45 menit terakhir dalam kacamata lawyer berfungsi sebagai pemfasilitasi dari transaksi tersebut; mengkomunikasikan resiko hukum yang dapat diterima (dan pantas diterima) dibandingkan dengan tercapainya tujuan bisnis klien, dan hanya bertarung dengan resiko hukum yang tidak dapat diterima (unacceptable risk) untuk melindungi klien.  

 

Untuk dapat mengambil keputusan tersebut, si associate harus memahami tujuan bisnis dari klien, konteks dari transaksi tersebut, pengaruhnya terhadap bisnis klien termasuk dinamika industri dimana bisnis klien berada. Pada akhirnya klien akan mencari lawyer yang bisa berperan efektif dalam pengambilan keputusan bisnis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s