Hasrat Pamer Untuk Corporate Lawyer

Musim liburan adalah saat yang tepat untuk mengisi jatah sosial anda, apakah 140 karakter, tag lokasi dan teman ataupun video atau foto singkat yang diunggah. Dalam satu posting media sosial yang saya ikuti, salah satu teman mengunggah gambar dengan tulisan yang pada intinya menyatakan bahwa tidak usah gusar dengan banyaknya orang yang menguggah berbagai macam status, gambar, foto, tag lokasi karena sejatinya sosial media memang diciptakan untuk memenuhi hasrat “pamer”.

 

Bagaimana dengan pemenuhan hasrat “pamer” bagi corporate lawyer di sosial media? Hal ini cukup mengundang dilema karena sosial media adalah domain publik. Lawyer biasanya terikat dengan kerahasiaan yang definitif (yang diatur dalam legal service agreement) maupun yang bersifat luas dan prinsip (yang diatur dalam KEAI). Dengan demikian menjadi sulit bagi lawyer untuk “pamer” pekerjaannya di sosial media.

 

Ingin mengunggah bahwa anda sedang meeting finalisasi transaksi besar? Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah menciptakan kalimat generic seperti “meeting at [****] with [nama klien]”. Tapi hal tersebut kurang “pamer” apalagi jika teman-teman sosial media anda bukan satu profesi/ industri dengan anda.

 

Faktor siapa teman sosial media anda juga mempengaruhi ke-generic-an kalimat anda. Jika satu profesi dan kebetulan punya practice yang sama, menyebutkan “with [nama klien]“ saja sudah bisa memberikan petunjuk pada teman apa yang sedang dikerjakan.

 

Lucunya kasus ini pernah terjadi. Salah satu klien sedang mengikuti tender dengan privilese tinggi karena memang di set untuk minim publikasi. Peserta tender hanya ada satu, yaitu klien. Pada hari menjelang penutupan tanggal pengajuan tender, salah satu staf marketing klien membuat twit yang intinya menceritakan bahwa ia sedang bersama atasannya makan malam dengan prinsipal untuk membahas proposal teknis. Lusanya, prinsipal menerima proposal pengajuan tender dari perusahaan kompetitor klien.  

 

Hasrat pamer sebenarnya cukup besar apalagi jika transaksi yang dilakukan adalah transaksi yang “keren”, “sophisticated”, “massal”. Namun disitulah kedewasaan diuji. Hanya sedikit orang yang tahu bahwa anda adalah lawyer dibalik pembangunan pipeline grid untuk gas di kawasan sumatera. Atau anda adalah lawyer yang mendampingi pemerintah dalam pembangunan jembatan suramadu. Toh saya yakin fee gila-gilaan menanti anda.

 

Selamat menyongsong tahun 2014!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s