(Suka) nya Terms and Condition

Seberapa sering anda membaca general terms and condition dalam menggunakan aplikasi di internet? Saya sendiri jarang membacanya. Sebagian besar situs informasi sudah memiliki term and condition. Lebih banyak lagi terjadi di kelompok situs e-commerce dan layanan cloud.

 

Saya ambil contoh YouTube. Dalam term and condition mereka article 4 point 11 disebutkan bahwa YouTube tidak dapat digunakan untuk kegiatan komersial dari produk/konten yang diupload ke YouTube kecuali telah mendapatkan izin terlebih dahulu dari YouTube. Klausul ini, selain untuk membedakan dengan streaming TV, juga memberikan potensi income bagi YouTube bagi yang hendak menampilkan iklan secara embedded dengan video tertentu. Dengan jumlah view yang menyamai televisi, bisa dibayangkan biaya placement yang dibebankan oleh YouTube.

 

Apakah anda juga mengetahui bahwa ada larangan untuk mencopy (download), menyiarkan, menampilkan kembali, menjual atau mengeksploitasi dalam bentuk apapun setiap video yang anda tonton di YouTube.

 

Bagaimana dengan email provider, ambil contoh Yahoo. Namanya saja service provider dengan jutaan pengguna dengan jutaan email terkirim setiap harinya, perlu bagi Yahoo untuk membentengi diri dari resiko yang tidak mungkin diatasi secara mandiri, yaitu tanggung jawab atas konten email yang terkirim. Dalam term and condition mereka, tanggung jawab hukum atas materi yang ditulis, diunggah (attachment) dan dikirim melalui Yahoo adalah tanggung jawab sepenuhnya pengguna.

 

Sering dapat “mailer daemon”, suatu fitur yang menyatakan bahwa email yang anda kirim tidak sampai ke tujuan?. Berdasarkan term and condition, pengguna tidak dapat “menyalahkan” Yahoo atas tidak sampainya email tersebut.

 

Skenario lain kita ambil contoh perkara pencemaran nama baik via UU ITE di Prita Mulyasari v. RS Omni International. Dalam konteks tort maupun regulatory compliance, provider email yang digunakan oleh Ibu Prita saat melakukan tindak pidana (sesuai dakwaan) pencemaran nama baik tidak disangkutpautkan dengan perkara tersebut.

 

Dalam praktek sering saya temui banyak perusahaan yang belum menyusun terms and conditions nya dengan serius. Benar, bahwa di Indonesia jarang ditemukan perkara pengadilan tentang wanprestasi atas terms and conditions dalam e-commerce. Tantangannya adalah bagaimana mengurangi resiko sedemikian rupa karena konsumen e-commerce sudah tidak terbatas geografis dan waktu lagi. Ilustrasikan ada 10.000 view per hari maka ada 10.000 skenario wanprestasi/perbuatan melawan hukum/pelanggaran peraturan perundangan per harinya.

 

Dalam satu kesempatan ketika hendak melakukan finalisasi terms and condition oleh salah satu klien yang mulai masuk ke e-commerce, saya ditanya gunanya apa membuat term and condition. Saya jawab bahwa fungsi “elite” nya adalah mengurangi resiko karena ada banyak skenario ketika sudah masuk ke dunia maya. Fungsi praktisnya saya tekankan, terms and conditions ini paling tidak membuat system dan web admin bisa tidur lebih nyenyak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s