Isu Hak Cipta Dalam Database

Perkembangan teknologi membuat karya cipta manusia terus berkembang. Berbagai ciptaan dalam bentuk desain gambar, 3D, berbagai formula rumit, termasuk yang bertujuan untuk menghibur seperti film dan video klip terus bermunculan. Jenis-jenis konten tersebut masuk dalam kategori multimedia.

 

Hutchinson Dictionary mendefinisikan multimedia sebagai:

 

[ A ] computerized method of presenting information by combining audio and video components using text, sound, and graphics … Multimedia applications emphasize interactivity between the computer and the user.

 

Dalam konteks hukum, berdasarkan perkembangan literature hukum yang ada, disepakati bahwa karakteristik utama dari multimedia adalah bahwa multimedia bersifat interaktif, dapat berwujud off-line (CD-Rom, closed-software, dll) atau dalam wujud online (internet website, interactive television, video-on-demand) (Tanya Aplin, 2005).

 

Sebagai bentuk baru dari karya cipta, negara berusaha melindungi kepemilikan dari ciptaan multimedia tersebut melalui skema hak cipta. Beberapa pendapat, misalnya Stamatoudi (Cambridge, 2002) menyatakan bahwa ciptaan multimedia  harus dilindungi karena ciptaan multimedia memiliki suatu nilai tambah dibandingkan saat ia masih berdiri sendiri (text, suara, gambar). Begitu juga dalam konteks film (M.Turner, 1995). Lebih lanjut, Stamatoudi berusaha menghindari adanya masalah free rider apabila ciptaan multimedia tidak dilindungi maka pihak ketiga dapat menggandakan ciptaan multimedia tersebut tanpa harus membeli dari pencipta/ pemegang hak dari ciptaan multimedia tersebut.

 

Dalam konteks database, pendekatan serupa juga dilakukan. Perlindungan pertama datang dari UK saat memberlakukan 1997 Database Regulations. Database seseorang dilindungi oleh negara apabila database tersebut adalah data yang berdiri independen dari data asal yang telah disusun sedemikian rupa untuk tujuan pembuatannya dan dapat diakses secara terpisah dari data asalnya serta ada investasi nyata dari pembuatnya untuk mendapatkan, mengolah dan menyajikan database tersebut kepada pihak ketiga.

 

Pengalaman hukum Belanda memberikan referensi bahwa database yang timbul (baik sengaja maupun tidak sengaja) yang terjadi dalam kegiatan ekonomi yang semula tidak ditujukan untuk membuat database tidak memenuhi syarat adanya investasi nyata (Tanya Aplin, 2005, NV Holdingmaatschppig De Telegraaf v Nederlandse Omroep Stichting [2002]).

 

Dalam konteks hukum Indonesia UU Hak Cipta telah mengenali database sebagai hasil ciptaan yang dilindungi dibawah rezim Hak Cipta (Pasal 12 ayat 1 huruf l) dimana database dilindungi sebagai ciptaan tersendiri, independen dari ciptaan asli dari data awal database dibuat. Walaupun demikian perlindungan terhadap ciptaan asli dari data awal tetap mendapat perlindungan utuh. Perlindungan berlaku selama 50 tahun sejak database pertama kali diterbitkan/diimplementasikan.

 

UU Hak Cipta mendefinisikan sebagai berikut:

 

Database adalah kompilasi data dalam bentuk apapun yang dapat dibaca oleh mesin komputer atau dalam bentuk lain yang karena alasan pemilihan atau pengaturan atas isi data itu merupakan kreasi intelektual.

 

Yang menarik, hukum Indonesia lebih “ramah” terhadap database (termasuk hubungannya dengan hasil karya yang dimasukkan ke dalam database tersebut) karena tidak memberikan persyaratan material sebagaimana di UK. Lebih lanjut, tidak ada kewajiban dalam UU Hak Cipta bagi pembuat database untuk meminta ijin terlebih dahulu kepada pemilik hasil karya yang akan dimuat dalam database (akibat dari sifat independen dari database tersebut dan merupakan karya intelektual independen)..

 

Terkait hak moral, berdasarkan UU Hak Cipta pemilik konten dapat mengajukan gugatan ganti rugi kepada pembuat database dan meminta penyitaan terhadap database tersebut apabila database tersebut (Pasal 24 ayat 2 jo. Pasal 56 ayat 1):

  1. Tidak menampilkan sumber dari konten (pemilik/pemegang hak atas konten)
  2. Melakukan distorsi, pemotongan, pemutarbalikan dari konten yang dapat merusak bentuk asal dan reputasi pemilik/pemegang hak atas konten)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s