Iklan Pop-Up Dalam Freemium Apps

Bagi yang memiliki smartphone, tentu tidak asing dengan berbagai macam aplikasi mobile yang ditawarkan kepada anda, apapun pilihan operating system yang anda gunakan. Untuk pengguna handheld iPhone atau iPad misalnya, pilihan utama bagi anda untuk mengunduh aplikasi adalah App Store.

 

Dari sisi pengembang aplikasi (developer), tentu pengembangan, publikasi dan pendistribusian aplikasi yang mereka buat bukanlah sesuatu yang bersifat sosial. Ini adalah bisnis yang berkembang pesat. Monetization. Ya, itulah cara untuk menghasilkan pemasukan dari “menjual” aplikasi buatan para developer kepada pengguna akhir, yaitu pengguna smartphone.

 

Dalam praktek terdapat beberapa metode yang lazim digunakan:

 

freemium, dimana anda dapat mengunduh dan menggunakan suatu aplikasi secara gratis. Pada waktu tertentu terdapat pilihan bagi anda untuk mengunduh versi “pro“ yang berbayar untuk dapat menggunakan fitur tertentu. Jika anda menggunakan Android, di Play Store hal ini ditandai dengan “in-app purchase“

 

one time paid apps, dimana sejak awal saat anda mengunduh dan menggunakan aplikasi, anda harus membelinya namun hanya sekali saja. Penggunaan setelahnya tidak perlu ada pembayaran lagi.

 

paid apps with added paid features, dimana saat awal anda mengunduhnya anda harus membeli nya kemudian mereka menawarkan fitur tambahan yang berbayar pula.

 

free aps with advertising, yaitu dimana anda dapat mengunduh dan menggunakan suatu aplikasi secara gratis terus menerus. Developer mendapatkan pemasukan dari membuat ruang (baik ditengah-tengah penggunakan aplikasi maupun hyperlink ke tautan tertentu di langkah tertentu) untuk para pengiklan.

 

Market mobile advertising terus berkembang. eMarketer dan Starcom Mediavest memperkirakan bahwa pasar mobile advertising global untuk tahun 2013 mencapai USD 15,8 miliar. Tren tersebut diperkirakan terus meningkat saat Gartner memperkirakan pada tahun 2017 pasar mobile advertising menembus USD 42 miliar. Isu yang perlu dipertimbangkan untuk mobile advertising di Indonesia adalah:

 

-Apakah aktivitas iklan ini sudah memenuhi hukum Indonesia. Jika menilik UU Perlindungan Konsumen di Indonesia, secara prinsip iklan kepada konsumen tidak boleh:

a.   Menyesatkan konsumen, terutama terkait harga, kondisi dan spesifikasi produk

b.   Merendahkan produk lain

 

UU Perlindungan Konsumen di Indonesia menentukan bahwa pelaku usaha periklanan bertanggung jawab atas iklan yang diproduksi dan segala akibat yang ditimbulkan oleh iklan tersebut

 

-Etika Pariwara Indonesia (EPI) melarang pencantuman kata “gratis” atau “free” jika ternyata konsumen harus membayar biaya lain dalam bentuk apapun (selain harga produk). EPI sendiri belum memasukkan produk “mobil application” sebagai produk yang diatur etika periklanannya.

 

-Jurisdiksi keberlakuan menjadi kabur. UU Perlindungan Konsumen mengatur bahwa UU Perlindungan Konsumen juga berlaku untuk pelaku usaha yang melakukan kegiatan di dalam wilayah hukum negara RI.

 

Dalam konteks mobile application, batas-batas jurisdiksi ini menjadi kabur karena aktivitas perdagangan dan juga periklanan terjadi di dunia maya. Kondisi yang sama juga terjadi di EPI. EPI menentukan bahwa EPI berlaku bagi seluruh iklan yang dipublikasikan di wilayah hukum Republik Indonesia. Apakah saat anda sedang menggunakan suatu apps dan ada pop-up iklan app tertentu selama 5 detik di layar smartphone anda, sudah merupakan publikasi iklan di wilayah Indonesia?

 

Jika menilik dari UU ITE, UU ITE berlaku juga bagi perseorangan/pelaku usaha yang berada di luar wilayah Indonesia namun memiliki akibat hukum di dalam wilayah Indonesia. Terkait dengan metode free aps with advertising, UU ITE menentukan pelaku usaha di luar negeri (semisal yang menawarkan app di Play Store) harus menyediakan informasi yang lengkap dan benar tentang apps (produk) yang ditawarkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s