Klausul non reverse-engineering dalam license agreement

Dalam beberapa transaksi lisensi, terutama lisensi teknologi atau produk, vendor selalu mencantumkan klausul non-reverse engineering. Klausul ini pada pokoknya melarang licensee (penerima lisensi) untuk melakukan rekayasa balik terhadap teknologi atau produk yang dilisensikan dengan alasan dan tujuan apapun.

 

Dalam beberapa transaksi yang saya dampingi, saya cenderung merumuskan klausul ini menjadi sebagai berikut:

 

Licensee shall not disassemble, de-complie or otherwise conduct reverse engineering to any Designs made by the Licensor or otherwise attempt to learn the technique underlying in such Designs.

 

Menurut wikipedia, merujuk pada tulisan Chikofsky and Cross (1990) reverse engineering adalah process of analyzing a subject system to create representations of the system at a higher level of abstraction; reverse engineering is a process of examination only not re-engineering.

 

Dalam hukum Indonesia, reverse engineering belum diatur. Mari melihat hukum U.S untuk mencari perbandingan. Pada pokoknya, DMCA (17 U.S.C. § 1201 (f)) memperbolehkan dilakukannya reverse engineering terhadap suatu produk asalkan:

 

-Perolehan awal terhadap produk tersebut dilakukan secara sah (melalui lisensi misalnya); dan

-Dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan “interoperability” dari produk tersebut.

 

Sec. 103(f) dari DMCA

 

(f) Reverse Engineering.—

 

(1) Notwithstanding the provisions of subsection (a)(1)(A), a person who has lawfully obtained the right to use a copy of a computer program may circumvent a technological measure that effectively controls access to a particular portion of that program for the sole purpose of identifying and analyzing those elements of the program that are necessary to achieve interoperability of an independently created computer program with other programs, and that have not previously been readily available to the person engaging in the circumvention, to the extent any such acts of identification and analysis do not constitute infringement under this title.

 

(4) For purposes of this subsection, the term “interoperability” means the ability of computer programs to exchange information, and of such programs mutually to use the information which has been exchanged.

 

Masalah mulai timbul jika bagaimana dasar hukum dari perolehan tersebut (license agreement, misalnya) melarang penerima lisensi untuk melakukan reverse engineering. Apakah ketentuan dalam DMCA sebagai undang-undang federal dapat mengalahkan license agreement?

 

Pada putusan Bowers v. Baystate Technologies (320 F.3d 1317) U.S. Court of Appeals Federal Circuit menegaskan bahwa pelanggaran klausul non-reverse engineering oleh penerima lisensi tidak dilindungi oleh undang-undang hak cipta asalkan dalam license agreement telah tegas ada larangan tersebut. Dengan demikian pemberi lisensi berhak atas ganti rugi dari penerima lisensi.

 

Dalam kasus yang lain di U.K Court of Justice (Chancery Division) (Case C-406/10) kemudian disidangkan dalam tingkat banding di EU Court of Justice, antara SAS Institute Inc (applicant) dan World Programming Ltd (defendant). Pengadilan memutuskan bahwa aktivitas reverse engineering yang dilakukan oleh World Programming Ltd, yaitu mempelajari dan menguji coba komponen program awal dengan tujuan untuk mencoba memproduksi ulang fungsi/feature ke dalam program kedua (program buatan World Programming Ltd), adalah  tidak melanggar hukum hak cipta uni eropa.

 

http://www.bloomberg.com/news/2012-05-02/copyright-can-t-block-software-reverse-engineering-court.html

 

Konsekuensi dari putusan tersebut adalah bahwa berdasarkan hukum hak cipta uni eropa, kegiatan reverse engineering diperbolehkan selama:

 

-Tidak ada perjanjian yang mengikat diantara keduanya yang melarang reverse engineering; dan

-Tidak menggunakan/ menyalin source code dari program awal

 

https://www.techdirt.com/articles/20131205/02344025462/uk-court-rules-that-software-functionality-is-not-subject-to-copyright.shtml

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s